
Perusahaan Badan Urusan Logistik (Bulog) mengklaim dari 9 bulan kedepan persediaan beras nasional aman. Hal ini didorong peningkatan produksi nasional yang mencapai 4,3 persen di 2012.
"Bulog sampai hari ini sudah mampu menyediakan beras sebanyak 2,5 juta ton. Artinya 50 persen dari surplus itu sudah dikuasai oleh Bulog," Direktur Perusahaan Umum Bulog Sutarto Alimuso saat mengikuti panen raya di Pacitan, Jawa Timur, Jumat (13/7).
Dia mengatakan paling tidak stok beras nasional yang dimiliki Bulog mencapai 2,4 juta ton. Selain itu, untuk persediaan beras selama bulan Ramadan dan Idul Fitri, sudah ada stok beras sebanyak 468.000 ton. "Ini jika seandainya diperlukan operasi pasar, kita sudah siap dan diharapkan tidak terjadi kenaikan harga dan pemerintah sudah siap. Tidak perlu lagi ada spekulasi dari spekulan," katanya.
Sutarto menegaskan dengan cadangan yang mencapai 9 bulan, diharapkan tidak ada yang berani menimbun dan berspekulasi terkait harga. Jika ada lonjakan, Bulog akan beli sebanyak-banyaknya gabah dari petani dan siap menyalurkan beras raskin tepat waktu bila harga jatuh. "Penyaluran beras mulai dari Pulau Rote hingga Miangas sudah cukup. Bulog punya 1751 gudang seluruh Indonesia," katannya.
(mdc)