
Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) diklaim sebagai program andalan pemerintah untuk memajukan sekaligus memperbesar perekonomian nasional. Menko Perekonomian Hatta Rajasan menyebut program ini sebagai antisipasi atau strategi untuk mencegah kiamat di Indonesia.
Maksud Hatta adalah, selama ini pembangunan terpusat di pulau Jawa dan tidak merata ke pulau lain di Indonesia. Hal ini memicu pergerakan besar-besaran penduduk ke pulau Jawa. Jika kondisi tersebut dibiarkan, maka akan berakibat fatal.
"Kalau uang beredar banyak dan pembangunan lebih 60 persen dan orang banyak di Jawa, kiamat kita, harus dibagi di MP3EI ini jadi 6 koridor pembangunan," ungkap Hatta dalam acara Rakornas SPS, di Hotel Pangeran, Jakarta, Sabtu (14/7).
Menurut Hatta, program pembangunan dalam MP3EI yang menghubungkan daerah di Indonesia, diyakini akan meningkatkan perekonomian daerah, sehingga pembangunan tidak hanya berpusat di pulau Jawa. Tingkat persebaran penduduk pun lebih merata dan bisa mengurangi beban pulau Jawa, khususnya Jakarta yang selama ini menjadi magnet pencari kerja.
"Tidak ada satupun wilayah yang tidak masuk, strategi pengawasan perhatian investasi, karena ada dampak besar dari connectivity ini. Kita ingin membangun pusat pertumbuhan baru," tegasnya.
Namun, bukan hal mudah untuk mencapai dan merealisasikan mimpi tersebut. Hatta menuturkan, ada sejumlah kendala dalam proyek-proyek MP3EI. Salah satunya adalah pembebasan lahan dan kepentingan daerah. Namun dia mengaku telah mengkoordinasikan semua ini sehingga dia optimis proyek ini akan terus berjalan.
"Memang ada persoalan, daerah juga perlu diperhatikan. Izin lahan saja mereka yang keluarkan, bupati sebagai share holder utama harus kita libatkan," katanya.
(mdc)