Kamis, 20 Juni 2013
home / berita / ekonomi bisnis / kredit perbankan capai rp triliun dalam bulan
Pemerintah tak akan biarkan ekspor tambang tanpa hilirisasi
Gubernur BI: Perekonomian Indonesia paling stabil sedunia
Tanggapi Kecaman, BUMN Tiongkok Janji Dorong Reformasi
Pemerintah dapat hibah USD 600 juta untuk kurangi kemiskinan
Giliran pengusaha ancam buruh
Hatta ngotot perusahaan Tommy Winata danai studi kelayakan JSS
Ekonomi Global Jadi Fokus KTT Asia-Eropa di Laos
Pemerintah pesimis bisa produksi 1 juta bph sampai 2025
DPR: Pertama dalam sejarah menteri laporkan kongkalingkong
Shell gandeng PGN kembangkan gas alam cair
Kredit Perbankan Capai Rp 2.266,74 Triliun dalam 3 Bulan
Ekonomi Bisnis | Minggu, 13 Mei 2012 | 15:27    Dibaca 131 kali    Komentar
Oleh : Sonny Undap, manadonews.com

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pertumbuhan penyaluran kredit industri perbankan mencapai Rp 2.266,74 triliun hingga Maret 2012 atau tumbuh 24,9% dibanding Maret 2011 sebesar Rp 1.814,84 triliun. Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh kenaikan kredit investasi yang mencapai 30,1%.

“Intermediasi perbankan juga terus membaik, tercermin dari pertumbuhan kredit yang hingga akhir Maret 2012 mencapai 24,9% (yoy) dengan LDR sebesar 80,2%,” kata Direktur Eksekutif Hubungan Masyarakat BI Dody Budi Waluyo seperti dikutip detikFinance, Minggu (13/5/2012).

Dari sisi pertumbuhan jenis kreditnya, tercatat kredit investasi tumbuh paling tinggi sebesar 30,1%, disusul kredit modal kerja sebesar 25,9%, sementara kredit konsumsi tumbuh 20,5%.

Kucuran kredit modal kerja per Maret 2012 menjadi sekitar Rp 1.096 triliun, dibanding Maret tahun sebelumnya sebesar Rp 870,60 triliun.

Kredit investasi naik dari Rp 375,84 triliun menjadi sekitar Rp 488 triliun, dan kredit konsumsi tumbuh dari Rp 568,39 triliun menjadi sekitar Rp 684 triliun.

“Industri perbankan menunjukkan kinerja yang semakin solid sebagaimana tercermin pada tingginya rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) yang berada jauh di atas minimum 8% dan terjaganya rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross di bawah 5%,” tutup Dody.

(dtc)

|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved