Minggu, 20 Mei 2012
 
home / berita / ekonomi bisnis / naikkan harga bbm pemerintah ajukan apbnp
China Rebut Tahta Pemborong Emas Dunia
Saham Facebook Permalukan Nasdaq
Perusahaan Tak Jujur, Korban Sukhoi Tak Didaftarkan Jamsostek
Harga Saham Facebook Naik Saat IPO Dimulai
Moody’s Turunkan Kelayakan Kredit 16 Bank Spanyol
Aturan DP Kredit Rumah Minimal 30% Mulai Berlaku Sebulan Lagi
BI Harus Intervensi Pasar
Melonjak Jadi Rp144 T, Dana Segar IPO Facebook
Pembangunan di Asia Pasifik harus perhatikan lingkungan
Interpelasi Dahlan Iskan Sepakat Dihentikan Setgab
Naikkan Harga BBM, Pemerintah Ajukan APBN-P
Ekonomi Bisnis | Senin, 20 Februari 2012 | 22:17    Dibaca 97 kali    Komentar
Oleh : Sonny Undap, manadonews.com

JAKARTA- Pemerintah merencanakan untuk mengurangi subsidi BBM melalui APBN-P 2012, karena asumsi APBN yang meleset.

Demikian disampaikan Menteri ESDM, Jero Wacik di kantor Kementerian ESDM, Senin (20/2/2012). "Opsi yang tumbuh belakangan adalah menurunkan subsidi premium per liter apakah itu Rp500, Rp1.000 atau Rp1.500. Itu wacana yang muncul saat ini," kata Wacik.

Terkait perubahan APBN tersebut Kementerian ESDM, menyerahkan semunya kepada Menteri Keuangan, terkait perubahan asumsi tersebut. "Itu sedang disusun. Itu Menteri Keuangan yang urusi dan itu masih dalam proses," jelas Wacik.

Selain itu pemerintah juga tidak akan terburu-buru dalam melaksanakan program pembatasan BBM bersamaan dengan program konversi BBM ke BBG, sesuai dengan jadwal pemerintah tanggal 1 April 2012. "Kita tidak akan keburu-buru, Aprlil secara bertahap," jelasnya.

Dalam APBN 2012, dana subsidi mencapai Rp208,9 triliun dengan perincian subsidi BBM Rp123,6 triliun, subsidi listrik Rp45 triliun, dan subsidi non-energi Rp40,3 triliun. Untuk asumsi harga minyak dunia sebesar US$90 per barel. (inc)
 

|  Home  |  Politik  |  Ekbis  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Hukrim  |  Lifestyle  |  Teknologi  |  Hiburan  |  Nasional  |  Internasional  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved