Rabu, 19 Juni 2013
home / berita / ekonomi bisnis / saham perdana facebook siap diborong orang kaya india
Pemerintah tak akan biarkan ekspor tambang tanpa hilirisasi
Gubernur BI: Perekonomian Indonesia paling stabil sedunia
Tanggapi Kecaman, BUMN Tiongkok Janji Dorong Reformasi
Pemerintah dapat hibah USD 600 juta untuk kurangi kemiskinan
Giliran pengusaha ancam buruh
Hatta ngotot perusahaan Tommy Winata danai studi kelayakan JSS
Ekonomi Global Jadi Fokus KTT Asia-Eropa di Laos
Pemerintah pesimis bisa produksi 1 juta bph sampai 2025
DPR: Pertama dalam sejarah menteri laporkan kongkalingkong
Shell gandeng PGN kembangkan gas alam cair
Saham Perdana Facebook Siap Diborong Orang Kaya India
Ekonomi Bisnis | Selasa, 08 Mei 2012 | 18:19    Dibaca 119 kali    Komentar
Oleh : Sonny Undap, manadonews.com

Setelah jutaan warganya punya akun Facebook, kini orang India ingin punya sahamnya juga lewat penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO).

Beberapa orang kaya India ingin menjadi bagian dari raksasa jejaring sosial ini. Orang-orang kaya di India ini siap membeli saham IPO yang nilainya diperkirakan sebesar US$ 13,5 miliar (Rp 121,5 triliun).

"Beberapa orang kaya di India mungkin akan menawar saham Facebook di awal, hanya sebagai investasi kecil saat IPO sebelum nanti akan ditingkatkan lagi jika ada pertumbuhan pendapatan di beberapa triwulan ke depan," kata Prateek Pant, Kepala Produk dan Layanan RBS Private Banking India, dilansir dari The Economic Times, Selasa (8/5/2012).

Facebook menawarkan 337,4 juta saham seharga US$ 28-35 per lembar. Maksimal dana yang bisa diraup mencapai US$ 13,5 miliar. Hingga akhir 2011 lalu, jumlah pengguna aktif Facebook di India bertambah 46 juta, naik 132% dari tahun sebelumnya.

Menurut manajer investasi itu, orang kaya India mengincar 800-1.000 lot saham perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg itu untuk tahap awal. Dengan harga US$ 35 per lembar, maka para investor India butuh lebih dari 18 lakh untuk 1.000 lot saham Facebook.

Kebanyakan, investor dari India ini datang dari kaum profesional setempat yang mengerti betul akan pasar modal Amerika Serikat (AS). Bahkan, beberapa diantaranya punya saham Apple, Google, dan Microsoft dalam portofolionya.
(dtc)

|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved