Jumat, 24 Mei 2013
home / berita / hukum kriminal / diomeli dikatai pemalas tki bunuh istri di malaysia
FBI Tembak Mati Saksi Kasus Bom Boston
Korupsi bendungan, pejabat dan rekanan Pemkab Samosir dibui
Gelapkan Mobil Rental, Warga Tondano dilaporkan Pemilik ke Kantor Polisi
Pengadilan TIPIKOR panggil 5 saksi, Kasus Pengadaan Mobil Dinas
Wartawan Tidak di Ijinkan Meliput
Keluarga Praja IPDN Protes
Tidak diberi Izin besuk selama dua bulan, Keluarga Para Tahanan Polresta Manado kecewa
Lelaki penganguran, nekat mencuri di dalam Masjid
Sidang Pembunuhan Wartawan Aryono Linggotu, dijaga ketat Polisi
Empat Gadis Cantik Nyaris Jadi Korban Trafiking
Diomeli & Dikatai Pemalas, TKI Bunuh Istri di Malaysia
Hukum Kriminal | Jumat, 04 Mei 2012 | 15:58    Dibaca 192 kali    Komentar
Oleh : MN3, manadonews.com

Kuala Lumpur, Tak tahan dengan ucapan sang istri yang menyebut dirinya pemalas, pria ini pun gelap mata. TKI yang telah lama bermukim di Malaysia ini, mengambil pisau dan langsung menikam istrinya hingga tewas.


Ketika menyadari apa yang telah dilakukannya, pria berumur 39 tahun itu panik. Dia pun mencoba menusuk dirinya sendiri dengan pisau yang sama. Namun nyawa pekerja perkebunan itu berhasil diselamatkan setelah dirinya dilarikan ke rumah sakit. Saat ini dia masih dirawat atas beberapa luka tikaman yang dialaminya.

Dalam insiden yang terjadi pada Rabu, 2 Mei di distrik Kinabatangan, Sabah itu, sang istri yang tengah berada di dapur, mengeluh karena suaminya tak pernah membantunya dalam urusan pekerjaan rumah tangga. Sang istri bahkan menyebut suaminya tak ada gunanya karena malas bekerja. 

Kesal mendengar omelan istrinya, apalagi saat itu salah seorang anak mereka yang berumur 2 tahun sedang menangis, WNI itu pun mengamuk. Dia membentak-bentak istrinya itu.

Wakil kepala kepolisian Kinabatangan Martin Lugu mengatakan, pria tersebut kemudian mengambil pisau dan mengarahkannya ke wanita berumur 41 tahun itu. "Sang istri mencoba kabur namun dia jatuh dan tewas di pintu depan rumah mereka," kata Martin.

Seorang petugas keamanan perkebunan tempat pasangan tersebut bermukim, kemudian menemukan pasangan itu tergeletak di lantai dengan berlumuran darah.

Pasangan yang tidak disebutkan namanya itu telah menikah selama 20 tahun dan telah memiliki enam anak. Saat ini pria yang tidak disebutkan namanya itu, dalam kondisi stabil di rumah sakit. 

Kepolisian saat ini masih menyelidiki kasus tersebut. Butuh waktu empat jam bagi polisi untuk mencapai lokasi kejadian mengingat perkebunan tersebut berada di tempat terpecil.(dtc)
 

 

|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved