
JAKARTA- M Nazaruddin kembali melempar tudingan miring ke Anas Urbaningrum. Terdakwa kasus suap wisma atlet ini menyebut Anas disumbang Rp 200 miliar yang mayoritas merupakan duit panas.
"Total hampir Rp 200 miliar untuk pemenangan Anas," tutur Nazaruddin di sela-sela persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor, Jl Rasuna Said, Jaksel, Rabu (22/2/2012).
Nazarudin menjelaskan uang yang jumlahnya hampir Rp 200 miliar itu berasal dari sumbangan Mirwan Amir senilai Rp 20 milliar. "Mirwan kan wakil ketua banggar, itu juga berasal dari duit proyek," tutur Nazaruddin mengenai asal uang yang disebutnya dari Mirwan ini.
Selebihnya, ada juga uang senilai Rp 80 miliar yang berasal dari proyek kompleks olahraga di Hambalang. Untuk uang ini, Nazaruddin cukup mengetahui karena dia turut mengurusi sejak awal.
"Uang ini diantar langsung ke kongres Demokrat," papar Nazaruddin.
Selebihnya, lanjut Nazaruddin, ada uang-uang sumbangan dari berbagai relawan. Namun pria yang menjabat sebagai bendahara pemenangan Anas ini juga menuding uang dari para relawan ini, juga berasal dari duit proyek di pemerintah.
"Selebihnya yang lain itu berasal dari yang lain. Ada yang dari e-KTP dan lain-lain," papar Nazaruddin.
Semenjak Nazaruddin menjadi tersangka kasus suap wisma atlet, Anas memang menjadi sasaran tembak. Ketua Umum Demokrat ini terus dituding mengenai dugaan kasus korupsi dan politik uang pada kongres Demokrat. Anas sendiri telah membantah tudingan-tudingan Nazaruddin ini.
(dtc)