Selasa, 18 Juni 2013
home / berita / internasional / hadapi ancaman korut korsel tingkatkan jumlah rudal
PM Ceko Mengundurkan Diri karena Skandal Politik
Warga Hong Kong Unjuk Rasa Dukung Pembocor Pemantauan Intelijen AS
Obama Berusaha Tutup Kamp Tahanan Guantanamo
Korea Utara Usulkan Pembicaraan Nuklir dengan AS
Turki Tindak Keras Demonstran di Istanbul
Dinas Intelijen AS Berikan Alasan soal Pemantauan
Warga Hong Kong Turun ke Jalan Dukung Snowden
Kesehatan Mandela Mulai Pulih
Mesir Putuskan Hubungan dengan Suriah
Polisi Anti Huru Hara Turki Bergerak Bubarkan Protes
Hadapi Ancaman Korut, Korsel Tingkatkan Jumlah Rudal
Internasional | Rabu, 23 Mei 2012 | 08:56    Dibaca 130 kali    Komentar
Oleh : MN3, manadonews.com

Pejabat Korea Selatan mengukuhkan bahwa  rencana sedang disusun untuk meningkatkan pengeluaran bagi  pengembangan rudal.
 
Juru bicara Kementerian Pertahanan Kim Min-Seok mengatakan ini adalah bagian dari proses yang berkelanjutan untuk memperkuat militer negara itu.
 
Kim mengatakan penting  bagi Korea Selatan untuk membangun kemampuan menanggapi ancaman dengan mengerahkan  lebih banyak rudal khususnya dalam menghadapi ancaman asimetris Korea Utara, termasuk ancaman rudal.
 
Para pejabat Korea Selatan tidak bersedia menyebut  angka tertentu dalam hal pengeluaran dan jumlah rudal.
 
Media lokal melaporkan hari Selasa, kementerian pertahanan meminta lebih dari 2 miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan untuk pengembangan rudal.
 
Permintaan itu dilaporkan telah disampaikan kepada Presiden Lee Myung-Bak dalam  pertemuan mengenai kebijakan fiskal tanggal 28 April, hanya beberapa hari setelah militer Korea Selatan mengatakan  memiliki rudal jelajah baru yang mampu menghantam  setiap sasaran di Korea Utara.
 
Para pengamat mengatakan militer Korea Selatan ingin membangun ratusan rudal balistik Hyunmu-2, dengan jangkuan 300 kilometer  dan serangkaian rudal jelajah Hyunmu-3 dengan jangkauan antara 500 dan 1.500 kilometer.
 
Senjata-senjata itu, katanya,   akan mampu, pada tahap awal perang, menetralkan senjata nuklir dan rudal jarak jauh Korea Utara, fasilitas komando militer  Pyongyang, pangkalan angkatan udara dan fasilitas -  fasilitas  senjata biokimia yang dicurigai.
 
Intelijen dan  para analis pertahanan mengatakan Korea Utara yang miskin memiliki program-program senjata rahasia, yang ilegal menurut sanksi-sanksi internasional, program-program itu ditujukan  untuk senjata nuklir di atas rudal- rudal balistik.
 
Meskipun telah dilakukan beberapa peluncuran rudal dan uji coba nuklir bawah tanah selama enam tahun terakhir, sebagian besar analis berpendapat Korea Utara masih jauh dari tujuan tersebut.
 
Korea Utara hari Selasa memperingatkan bahwa program nuklirnya akan diteruskan jika Amerika meningkatkan sanksi-sanksi  dan tekanannya. Tapi pernyataan itu, yang dimuat oleh kantor berita resmi Korea Utara, juga mengatakan negara itu terbuka untuk dialog bagi penyelesaian konflik tersebut. (voa)

|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved