

Mengenaskan! Seorang ibu rumah tangga di Malaysia tewas akibat terkena ledakan bom rakitan di depan rumahnya sendiri. Bom rakitan tersebut disamarkan dalam bentuk paket dan diletakkan di depan pintu pagar kediaman korban. Seperti diberitakan oleh China Press dan dilansir Asia One, Selasa (26/6/2012), insiden nahas ini terjadi pada Jumat (22/6) waktu setempat, ketika Madam Tan Cheng Fang (48) dan keponakannya yang berusia 11 tahun baru pulang dari pasar. Melihat ada paket di depan rumahnya di wilayah Sungai Petani, Kedah, tanpa curiga Madam Tan pun mengambilnya. Terlebih bungkusan tersebut memang ditujukan untuk suaminya yang berprofesi sebagai pengusaha. Namun karena sang suami yang memiliki perusahaan mie sedang tidak ada di rumah, Madam Tan pun berusaha membukanya. Tiba-tiba, paket yang berukuran sebesar kotak pensil tersebut meledak. Ternyata bungkusan tersebut berisi bom rakitan.
Akibat ledakan ini, ibu rumah tangga tersebut mengalami luka parah di sejumlah bagian tubuhnya, terutama di bagian tangan dan perut. Ledakan ini merusak jari-jari tangan Madam Tan, bahkan dilaporkan bahwa potongan jarinya terlempar sejauh beberapa meter dari lokasi ledakan. Sedangkan sang keponakan laki-laki menderita luka sobek di bagian tangan, kaki, dan telinga. Dilaporkan, pendengaran bocah 11 tahun ini rusak akibat bunyi ledakan yang sangat keras. Keduanya segera dilarikan ke rumah sakit terdekat pasca kejadian. Suami Madam Tan kemudian memindahkan mereka ke sebuah rumah sakit swasta untuk menjalani perawatan intensif. Namun sayangnya, nyawa Madam Tan tidak bisa diselamatkan. Dia dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (23/6) waktu setempat di rumah sakit Sultan Abdul Halim. Dokter berhasil mengeluarkan lebih dari 20 serpihan bom dari tubuh Madam Tan.
Hasil investigasi kepolisian menunjukkan, bom rakitan tersebut dibuat dari pipa namun memiliki daya ledak yang cukup tinggi. Saat kejadian, ledakan bom ini sempat menggetarkan kaca jendela tetangga yang rumahnya berseberangan dengan rumah korban. Sejumlah tetangga lainnya yang tinggal sejauh 200 meter dari lokasi, juga mendengar bunyi ledakan tersebut. Polisi berhasil menemukan serpihan bom yang terdiri atas aluminium, kabel dan sejumlah elemen elektronik di sekitar lokasi kejadian. Wakil Kepala Kepolisian Distrik Kuala Muda, Inspektur Ong Aik Chang, menyebutkan bahwa persaingan usaha menjadi motif di balik bom paket ini. Tanpa membuang banyak waktu, polisi berhasil menangkap tersangka utama di balik pengeboman ini pada hari yang sama. Seorang pria berusia 32 tahun yang disebut-sebut sebagai putra seorang datuk di Malaysia, dibekuk di kantornya tanpa perlawanan pada Sabtu (23/6). Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Tersangka juga terancam dijerat pasal pembunuhan setelah kematian salah satu korban, yakni Madam Tan. (nvc/ita)