Kamis, 20 Juni 2013
home / berita / internasional / pakistan akan buka kembali jalur pasokan nato
NASA Minta Astronom Amatir Bantu Lacak Asteroid
Puluhan Ditangkap, Demonstran Turki Lancarkan Aksi Diam
Tentara Perempuan AS Sudah Banyak yang Ikut Bertempur
Mali dan Pemberontak Tuareg Sepakati Perjanjian
AS, Afghanistan akan Berunding dengan Taliban
Kepala NSA: Program Pengintaian AS Cegah 50 Lebih Serangan
PM Ceko Mengundurkan Diri karena Skandal Politik
Warga Hong Kong Unjuk Rasa Dukung Pembocor Pemantauan Intelijen AS
Obama Berusaha Tutup Kamp Tahanan Guantanamo
Korea Utara Usulkan Pembicaraan Nuklir dengan AS
Pakistan akan Buka Kembali Jalur Pasokan NATO
Internasional | Selasa, 15 Mei 2012 | 02:07    Dibaca 105 kali    Komentar
Oleh : Administrator, manadonews.com
Pemerintah Pakistan telah mengisyaratkan bahwa jalur pasokan NATO ke Afghanistan yang hingga kini masih ditutup, seharusnya dibuka kembali. Pakistan menutup rute itu setelah serangan udara Amerika tidak sengaja membunuh 24 tentara Pakistan di dekat perbatasan Afghanistan November lalu. 
 
Menteri Luar Negeri Hina Rabbani Khar kepada wartawan di Islamabad hari Senin bahwa Pakistan perlu mengakhiri perdebatan tentang serangan lintas batas itu. Dia mengatakan Pakistan telah mengemukakan pendapat dan sekarang perlu bergerak dan masuk ke zona positif dalam upaya melakukan hubungan dengan Amerika Serikat.
 
Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani mengatakan hari Senin pemerintahnya dalam diskusi serius dengan para pejabat Amerika soal pembukaan kembali rute pasokan NATO dan bahwa pembicaraan itu "sangat konstruktif" dan akan "menghasilkan."
 
Pakistan telah berulang kali menuntut permintaan maaf Amerika atas serangan lintas batas tahun lalu yang menewaskan tentara Pakistan. Amerika Serikat telah menawarkan duka cita atas kematian itu. Serangan itu juga memicu parlemen Pakistan untuk meninjau keterlibatan masa depan dengan Amerika Serikat. Para legislator telah menuntut agar Amerika Serikat mengakhiri serangan pesawat tak berawak di wilayah Pakistan.
 
Para pejabat Amerika telah melakukan negosiasi dengan rekan-rekan mereka di Pakistan untuk mencoba dan membuka kembali rute pasokan itu. Pembicaraan itu dilakukan hanya beberapa hari sebelum pertemuan puncak NATO di Chicago untuk membicarakan masa depan Afghanistan, setelah pasukan tempur internasional meninggalkan negara yang dilanda perang itu pada tahun 2014.Pakistan tidak diundang ke KTT tersebut.(voa)
 
 
 
 
 
|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved