Minggu, 20 Mei 2012
 
home / berita / internasional / pembakan artileri di suriah tewaskan termasuk wartawan barat
Kesal Dimintai Uang untuk Beli Alkohol, Kemaluan Suami Digigit
Lewat Twitter, Gereja Berkati Hewan Peliharaan
Bunuh 5 Teman, Tentara AS Diadili
Indonesia Dipuji Xanana Gusmao
Wah!!! Nenek 73 Tahun Taklukkan Puncak Everest
Ledakan di Italia, seorang anak tewas
Aktivis Cina Chen bersiap menuju AS
Ditemukan, jasad jurnalis Meksiko yang dibunuh
Peringatan berakhirnya perang sipil di Sri Lanka dikritik
US baby boomers urged to take hepatitis C blood test
Pembakan Artileri di Suriah Tewaskan 19, Termasuk 2 Wartawan Barat
Internasional | Kamis, 23 Februari 2012 | 08:44    Dibaca 69 kali    Komentar
Oleh : Administrator, manadonews.com

Pemerintah Suriah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tidak tahu-menahu bahwa wartawan-wartawan itu berada di Suriah. Tembakan artileri bertubi-tubi di Homs, kubu oposisi di Suriah hari Rabu telah menewaskan sedikitnya 19 orang termasuk dua wartawan Barat, selagi pasukan pemerintah meningkatkan serangan terhadap markas pemberontak.

Pemerintah Prancis mengidentifikasi wartawati yang tewas itu bernama Marie Colvin, seorang koresponden perang terkemuka warga Amerika yang bekerja untuk surat kabar Inggris Sunday Times, dan seorang wartawan foto Prancis Remi Ochlik. Para aktivis mengatakan beberapa wartawan lainnya luka-luka dalam serangan terhadap media center darurat di distrik Baba Amr di Homs yang dikuasai pemberontak.

Organisasi Reporters Without Borders yang berbasis di Paris memberitahu VOA pihaknya kini menyelidiki apakah pasukan Suriah sengaja menarget gedung tersebut.

Pemerintah Suriah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tidak tahu-menahu bahwa wartawan-wartawan itu berada di Suriah. Suriah tidak mengizinkan wartawan asing berkeliaran secara bebas dan bahwa sebagian besar wartawan tidak dibolehkan masuk ke Suriah.

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengatakan kematian itu menunjukkan bahwa sudah waktunya bagi pemerintahan Presiden Bashar al-Assad berakhir. Menteri Luar Negeri Alain Juppe menyebut insiden itu sebagai "pembunuhan", sementara Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan ini adalah" satu lagi contoh kebrutalan tak tahu malu oleh pemerintah Suriah."(voa)

|  Home  |  Politik  |  Ekbis  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Hukrim  |  Lifestyle  |  Teknologi  |  Hiburan  |  Nasional  |  Internasional  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved