Jumat, 24 Mei 2013
home / berita / internasional / pembangkang cina chen guangcheng tiba di amerika
Obama Perbaharui Janji Tutup Penjara Guantanamo
Pesta di Rumah Justin Bieber Tanda Tangani Dulu Surat Perjanjiannya
Hamil Bibir Kim Kardashian Semakin Seksi
RUU Pernikahan Sesama Jenis di Thailand Undang Kontroversi
Setan di Rumah Chris Brown Bikin Tetangganya Takut
Libur Natal One Direction Rilis Buku
Venezuela Alami Krisis Tisu Toilet
RUU Pernikahan Sesama Jenis di Thailand Undang Kontroversi
Pasukan Afghanistan, Taliban Bentrok di Provinsi Helmand
Seorang Tentara Inggris Tewas Dipenggal di London
Pembangkang Cina, Chen Guangcheng tiba di Amerika
Internasional | Minggu, 20 Mei 2012 | 10:58    Dibaca 75 kali    Komentar
Oleh : Administrator, manadonews.com
Aktivis pembangkang Cina Chen Guangcheng akhirnya tiba di New York, Amerika Serikat untuk memulai kehidupan baru negeri itu. Sebelumnya, setelah menunggu selama beberapa pekan, Chen bersama istri dan kedua anaknya akhirnya menerima paspor mereka dan diizinkan untuk terbang ke Amerika Serikat. Chen dan keluarganya tiba di Bandara Newark, New Jersey pada Sabtu (19/5) sore waktu setempat.
 
Berbicara di luar Universitas New York, tempat Chen akan melanjutkan studinya, dia mengatakan Cina menyelesaikan masalah ini dengan cukup tenang dan terkendali. Namun, Chen mengungkapkan kekhawatirannya atas nasib keluarganya di Cina.
 
"Aksi balas dendam di Shandong tak kunjung mereda dan hak saya untuk beracara diberangus, Kami berharap akan ada penyelidikan menyeluruh atas masalah ini," kata Chen.
 
Chen mengucapkan terima kasih kepada pemerintah AS dan para pendukungnya atas bantuan mereka sehingga dia bisa keluar dari Cina. Dia juga berharap semua pihak yang bekerja bersamanya dapat mempromosikan keadilan dan kesetaraan di Cina. Aktivis tuna netra ini mengatakan dia berada di Amerika untuk 'menyembuhkan' tubuh dan jiwanya.
 
Krisis diplomatik
Chen Guangcheng menghabiskan enam hari di Kedutaan Besar AS di Beijing bulan lalu setelah berhasil kabur dari tahanan rumah. Kejadian ini langsung menyulut krisis diplomatik antara Amerika dan Cina. Pengacara otodidak ini melakukan kampanye anti aborsi paksa untuk mensukseskan program satu anak yang dicanangkan pemerintah Cina Pada 2002 Chen dijatuhi hukuman penjara karena mengganggu lalu lintas dan merusak properti warga. Dan pada 2010 Chen dibebaskan namun harus menjalani tahanan rumah.
 
Saat ini Chen mendapatkan beasiswa di Institut Hukum AS-Asia di Fakultas Hukum Universitas New York. Presiden organisasi China Aid, Bob Fu yang juga salah satu pendukung Chen kepada BBC mengatakan Chen berencana tinggal di New York selama dua atau tiga tahun.(bbc)
|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved