Minggu, 20 Mei 2012
 
home / berita / nasional / budaya minahasa etnis tountemboan masuk kurikulum fibui
Presiden SBY tiba di Timor Leste
Ke Timor Leste, SBY Akan Terima Penghargaan
Evakuasi Korban Sukhoi Dihentikan
Menko Polhukam: Konser Gaga Masih Bisa Dikompromikan
Pelarangan Konser Lady GaGa Sudah Final!
Indonesia Butuh 15 Ribu Insinyur
Lihat TNI-Polri Kompak, Kepala Basarnas Terharu
545 Calon Pejabat Bank Tak Lolos Ujian BI
Mantan Jenderal Bintang Dua Awasi 7 Ribu Hakim
Keluarga Steven Kamagi Korban Sukhoi Datangi RS Polri
Budaya Minahasa Etnis Tountemboan Masuk Kurikulum FIB-UI
Nasional | Senin, 12 Desember 2011 | 09:15    Dibaca 332 kali    Komentar
Oleh : Administrator, manadonews.com

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia tertarik dengan ke-unikan Budaya Minahasa Etnis Tountemboan. Peringatan dies natalis ke-71 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia di rangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara pimpinan FIB-UI dan Yayasan Institut Seni Budaya Sulawesi Utara terkait budaya Minahasa akan masuk kurikulum FIB-UI. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, FIB-UI akan memasukkan budaya Minahasa sebagai salah satu bahan ajar kepada mahasiswa FIB-UI. Kurikulum tahun ajaran 2012, Budaya Minahasa akan di upayakan masuk kurikulum FIB-UI.

Dalam waktu dekat staf pengajar FIB-UI akan mendatangi daerah Sulawesi Utara guna mendalami budaya Minahasa serta keunikan budaya etnis lainnya di Sulawesi Utara sebagai pembanding penyusunan kurikulum budaya Minahasa di FIB-UI. Kesepahaman pimpinan FIB-UI dan pihak Yayasan Institut Seni Budaya Sulawesi Utara yang tertuang dalam MOU, tidak lepas dari kegigihan Ketua Yayasan Institut Seni Budaya Sulawesi Utara Brigjen-Polisi Beni Mamoto yang terus berupaya melestarikan budaya Sulawesi Utara.

Budaya Sulawesi Utara nantinya tidak hanya milik anak daerah namun akan menjadi bagian penting perjalanan bangsa lantaran menjadi bahan ajar di Universitas terkemuka di Indonesia yakni Universitas Indonesia khususnya Fakultas Ilmu Budaya.

Putra daerah Nyiur Melambai harus berlomba-lomba menguasai budayanya sendiri sebelum budaya yang kaya akan ajaran-ajaran positif dan menghargai leluhur di kuasai putra-putri daerah lain di Indonesia. Harus di-pahami juga bahwa budaya asli di-pandang penting lantaran merupakan basis atau landasan satu-satunya bagi setiap masyarakat untuk dapat mencapai keberhasilan puncak dari upaya pembangunan di segala bidang.
 
Winsi Karwur

|  Home  |  Politik  |  Ekbis  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Hukrim  |  Lifestyle  |  Teknologi  |  Hiburan  |  Nasional  |  Internasional  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved