Minggu, 20 Mei 2012
 
home / berita / nasional / calon anggota kpu dan bawaslu dinilai tidak layak
Presiden SBY tiba di Timor Leste
Ke Timor Leste, SBY Akan Terima Penghargaan
Evakuasi Korban Sukhoi Dihentikan
Menko Polhukam: Konser Gaga Masih Bisa Dikompromikan
Pelarangan Konser Lady GaGa Sudah Final!
Indonesia Butuh 15 Ribu Insinyur
Lihat TNI-Polri Kompak, Kepala Basarnas Terharu
545 Calon Pejabat Bank Tak Lolos Ujian BI
Mantan Jenderal Bintang Dua Awasi 7 Ribu Hakim
Keluarga Steven Kamagi Korban Sukhoi Datangi RS Polri
Calon Anggota KPU dan Bawaslu Dinilai Tidak Layak
Nasional | Rabu, 22 Februari 2012 | 17:05    Dibaca 136 kali    Komentar
Oleh : MN3, manadonews.com

JAKARTA- Koalisi Amankan Pemilu 2014 melakukan investigasi terhadap para calon anggota KPU dan Bawaslu. Hasilnya, ada 12 calon anggota KPU dan 5 calon anggota Bawaslu yang bermasalah. Namun, mereka enggan menyebutkan nama-nama calon karena dinilai tidak etis.

"Kalau seandainya kita umumkan namanya sekarang maka kami melakukan intervensi pada timsel, itu tidak etis," ujar Toto Sugiarto, Koordinator Koalisi Amankan Pemilu 2014, saat jumpa pers di Bakoel Koffie, Jl Cikin Raya, Jakarta Pusat, Rabu (22/2/2012).

Adapun para calon yang diduga bermasalah terkait dalam 5 kategori yaitu tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman kepemiluan, memiliki dalam hak kompetensi dan integritas, partisan atau memiliki kedekatan dengan parpol, pernah terlibat masalah gratifikasi, dan tidak profesional saat menjadi penyelenggara pemilu.

Hasil investigasi mulai dilakukan sejak Timsel Calon Anggota KPU dan Bawaslu periode 2012-2017, mengumumkan para calon yang lolos. Metode yang dilakukan adalah desk review.

"Kita pakai metode desk review dengan basis data CV profile, analisis dokumen, media content analisis, media jejaring sosial, dan berbagai narasumber di lapangan," pungkasnya.

Toto menambahkan, jika para calon yang bermasalah tetap maju ke tahap fit dan proper test yang dilakukan DPR. Maka pihaknya tidak akan segan-segan menyebut nama yang mereka duga sebagai calon bermasalah.

"Kalau memang objektif, dan kita nilai baik ya sudah kita pantau di DPR. Tapi, kalau yang maju yang bermasalah kita akan lakukan tindakan lebih lanjut, paling buruk kita sebut namanya," imbuh Toto.


(dtc)

|  Home  |  Politik  |  Ekbis  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Hukrim  |  Lifestyle  |  Teknologi  |  Hiburan  |  Nasional  |  Internasional  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved