
JAKARTA- Koalisi Amankan Pemilu 2014 melakukan investigasi terhadap para calon anggota KPU dan Bawaslu. Hasilnya, ada 12 calon anggota KPU dan 5 calon anggota Bawaslu yang bermasalah. Namun, mereka enggan menyebutkan nama-nama calon karena dinilai tidak etis.
"Kalau seandainya kita umumkan namanya sekarang maka kami melakukan intervensi pada timsel, itu tidak etis," ujar Toto Sugiarto, Koordinator Koalisi Amankan Pemilu 2014, saat jumpa pers di Bakoel Koffie, Jl Cikin Raya, Jakarta Pusat, Rabu (22/2/2012).
Adapun para calon yang diduga bermasalah terkait dalam 5 kategori yaitu tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman kepemiluan, memiliki dalam hak kompetensi dan integritas, partisan atau memiliki kedekatan dengan parpol, pernah terlibat masalah gratifikasi, dan tidak profesional saat menjadi penyelenggara pemilu.
Hasil investigasi mulai dilakukan sejak Timsel Calon Anggota KPU dan Bawaslu periode 2012-2017, mengumumkan para calon yang lolos. Metode yang dilakukan adalah desk review.
"Kita pakai metode desk review dengan basis data CV profile, analisis dokumen, media content analisis, media jejaring sosial, dan berbagai narasumber di lapangan," pungkasnya.
Toto menambahkan, jika para calon yang bermasalah tetap maju ke tahap fit dan proper test yang dilakukan DPR. Maka pihaknya tidak akan segan-segan menyebut nama yang mereka duga sebagai calon bermasalah.
"Kalau memang objektif, dan kita nilai baik ya sudah kita pantau di DPR. Tapi, kalau yang maju yang bermasalah kita akan lakukan tindakan lebih lanjut, paling buruk kita sebut namanya," imbuh Toto.
(dtc)