Bukan kekalahan 0-2 dari Turki di laga pemanasan dini hari tadi yang membuat pelatih Oleg Blokhin belingsatan. Tapi, karena sejumlah pemain pilar Ukraina terserang bakteri perut.
Bagaimana tidak mengkhawatirkan? Senin depan mereka sudah harus siap berlaga di partai pembuka grup D melawan Swedia, sebagai langkah awal merealisasikan mimpi mereka untuk banyak bersuara di Euro kali ini.
Salah satu dari beberapa isi skuad Zhvto-Blakytni itu adalah gelandang kunci, Anatoliy Tymoschuk. Setelah mengerang kesakitan di bagian perutnya usai laga, tim medis Ukraina langsung melarikannya ke rumah sakit terdekat.
Begitu pun dengan bomber Andriy Voronin. Kendati tak harus turut dirumahsakitkan, tapi Voronin juga menampakkan gejala yang sama, yakni nyeri di bagian perut hingga menyebabkan muntah-muntah.
“Tymoschuk berada dalam kondisi yang buruk, kami hanya punya sedikit info kondisi tentangnya saat ini. Buat saya ini tidak lucu. Kami harus menunggu putusan dokter, tapi situasi ini jauh dari kata lucu buat saya,” kesal Blokhin.
“Saya tidak tahu alasan penyakit ini, karena semua dari kami memakan makanan yang berbeda. Kami hanya punya satu pekan untuk pulih, tapi sisi baiknya adalah kejadian ini tak terjadi di tanggal 11 juni (ketika Ukraina melawan Swedia),” lanjutnya, seperti dikutip, Soccerway, Rabu (6/6/2012).
Selain dua anggota skuad Ukraina di atas, wabah bakteri perut itu juga tak ketinggalan menerjang bek Bohdan Butko dan gelandang Denys Garmash. Dengan begini, Blokhin tambah kelimpungan. Jika peristiwa seperti ini terjadi di momen pertandingan Euro, tak pelak Blokhin pilih kalah WO (walk out) karena kekurangan pemain.
“Jika di pertandingan resmi Butko dan Garmash juga tak bisa bermain, saya harus membatalkan pertandingan karena kekurangan pemain yang mumpuni,” tutup mantan striker Uni Soviet itu.(okz)