

Untuk kedua kalinya pada musim ini, Edoardo "Edy" Reja mengajukan surat pengunduran diri sebagai pelatih Lazio, demikian kabar terkini dari Ranah Italia.
Menurut Sky Sport 24, permohonan tersebut secara resmi disampaikan Reja kepada jajaran petinggi Biancoceleste melalui faks pada Rabu (22/2) pukul 3 sore waktu setempat, hanya sehari jelang lawatan Lazio ke markas Atletico Madrid di leg II 32 besar Liga Europa.
Keinginan pria 66 tahun untuk mundur didasari memburuknya hubungan dengan presiden klub, Claudio Lotito, dan direktur olahraga Igli Tare. Reja kabarnya sangat kecewa dengan begitu pasifnya Lazio selama mercato Januari kemarin.
Selain itu, Lotito dan Tare juga diberitakan mengkritik pemilihan taktik sang pelatih sewaktu Gli Aquilotti dicukur Palermo 5-1 di Serie A pada akhir pekan lalu. Itu adalah kekalahan ketiga Lazio dalam empat partai terakhir setelah sebelumnya ditundukkan Genoa 3-2 dan Atletico 3-1.
Sikap Lazio menyusul niatan Reja ini sendiri masih belum jelas. Beberapa laporan menyebut dewan direksi menolak, sementara kabar lain menyatakan Lazio masih menimbang-nimbang.
Sementara menurut La Repubblica keinginan Reja sudah dituruti oleh manajemen Gli Aquilotti, tapi sang pelatih setuju memimpin tim sekali lagi untuk pertandingan di Vicente Calderon, di mana Lazio wajib mengatasi ketertinggalan agregat 3-1 jika ingin melaju ke 16 besar Liga Europa.
Pada awal musim, Reja juga sempat menegaskan intensi mengakhiri masa kerja menukangi Lazio usai dibekuk Genoa 2-1 di Olimpico, 18 September silam. Tapi waktu itu Lotito menolak dan berhasil membujuk Reja bertahan.
Nama mantan pelatih Lecce, Luigi "Gigi" De Canio, dirumorkan sebagai kandidat suksesor terkuat kalau Reja akhirnya benar-benar meninggalkan Tim Elang. (goal)