Pelatih Montpellier Rene Girard menegaskan tim besutannya tidak akan menerapkan permainan bertahan untuk mengamankan peluang menjadi juara Ligue 1 Prancis untuk kali pertama.
Pada akhir pekan ini, Montpellier akan menjamu peringkat tiga Lille. Sedangkan PSG menghadapi Rennes. Sementara di laga terakhir, Montpellier tandang ke Auxerre, dan PSG bertamu ke kandang Lorient.
Montpellier membutuhkan empat angka dari dua pertandingan terakhir musim ini untuk merengkuh gelar juara. Sejumlah kalangan menilai Montpellier akan menerapkan permainan bertahan melawan Auxerre di laga terakhir.
Saat ini Montpellier unggul tiga poin dari dari rival terdekat, Paris Saint-Germain. Namun Girard menegaskan, Montpellier akan bermain seperti biasa di laga pamungkas.
“Seperti yang Anda bilang, kami adalah tim yang paling sering meraih kemenangan” ujar Girard kepada wartawan.
“Kami tidak akan memulai bermain dengan gaya Italia. Kami tidak tahu bagaimana caranya. Kami harus masuk ke dalam lapangan untuk mendapatkan hasil positif dengan gaya permainan kami.”
“Seperti yang Anda ketahui, tim lain juga mempunyai target yang sama. Itu akan menjadi laga yang adil.”
Mengenai duel melawan Lille, Girard menegaskan, ia tidak menginstruksikan anak asuhnya melakukan pengawasan ketat terhadap Eden Hazard.
“Apakah setiap lawan Barcelona punya rencana anti-Messi?” tanya Girard.
“Kekuatan kami terletak pada permainan kolektif. Terlalu berisiko bila kami hanya fokus kepada satu pemain. Masih ada pemain lain yang bagus disamping dia: [Tulio] De Melo, [Dimitri] Payet.”
“Kami akan tetap memainkan sepakbola kami, dan memberikan mereka masalah sebanyak mungkin, sehingga tak bisa mengembangkan permainan.”(goal)