Kamis, 20 Juni 2013
home / berita / pariwisata / batik bergaya amerika ramaikan pameran kain tradisional indonesia
Kabut Asap, Penerbangan 2 Pesawat di Bandara Dumai Dibatalkan
Rentetan Serangan Pemberontak di Seluruh Irak 70 Orang Tewas
Korban Tabrakan Ari Wibowo Alami Pendarahan Otak
Kronologis Peristiwa Ari Wibowo Menabrak Pejalan Kaki
Pariwisata Ancam Kehidupan Masyarakat Gipsi Thailand
Ancaman Denda Rp 200 Juta Bagi Yang Menyalakan HP Di Pesawat
112 Tewas dalam Kebakaran Rumah Potong Hewan di China
Napak tilas Pejambon, menengok tempat lahirnya Pancasila
Pesawat kargo Deraya PK-DGIP tergelincir di Bandara Wamena
Kebun binatang ini izinkan pengunjung kasih makan ke hewan buas
Batik Bergaya Amerika Ramaikan Pameran Kain Tradisional Indonesia
Pariwisata | Selasa, 21 Februari 2012 | 18:48    Dibaca 773 kali    Komentar
Oleh : Admin, manadonews.com
Pameran tahunan ini merupakan ajang untuk menampilkan kain-kain tradisional Indonesia dan menjadi surga belanja bagi para pecinta dan pengguna kain adat. Acara ini berlangsung selama 4 hari, sejak tanggal 15 hingga 19 Februari 2012, di Jakarta.

Tahun ini diantara kain-kain tradisional Indonesia, hadir pula batik bergaya Amerika. Batik bergaya Amerika ini merupakan karya dari 9 orang warga Amerika yang menjadi pemenang dalam American Batik Design Competition (Kompetisi Desain Batik Amerika) tahun lalu yang digagas oleh Dino Patti Djalal, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

“Ini merupakan pilot project KBRI di Washington DC. Ini pertama kali dilakukan di Kedutaan Indonesia di manapun, untuk mendorong perancang-perancang internasional mendisain batik. Style-nya bisa dengan style negara masing-masing tetapi nyawanya harus batik,” ujar Dubes Dino P. Djalal.

Menurut Dino, kompetisi desain batik ini bertujuan untuk mempromosikan batik dan menduniakan batik. Semakin dikenalnya batik di dunia akan mencerminkan kekuatan budaya Indonesia, meski pada perkembangannya batik bisa muncul dalam gaya yang berbeda-beda.

Dino menambahkan, “Dulu memang kita pernah khawatir, kok batik kita dicuri orang. Tetapi saya berfikirnya agak berbeda, bukannya justru kita mau batik itu menyebar ke seluruh dunia dalam bentuk dan warna yang berbeda-beda asal nyawanya tetap batik. Jadi dengan begitu batik akan tetap kuat, Saya ingin justru nantinya akan ada American Batik, Russian Batik, Batik Arab, Batik Latin, Batik Eropa dan lain-lain.”

Selain batik bergaya Amerika, Pameran tahun ini menyajikan kain tradisonal dari 400 stand yang berasal dari daerah di seluruh Indonesia. Ajang ini menjadi kesempatan berburu kain batik, kain ikat, lurik, songket, jumputan, sasirangan dan berbagai macam kain khas lainnya dengan corak dan desain terbaru dengan pilihan yang lengkap dan bermutu tinggi.

Salah satu yang ramai dikunjungi adalah stand dari Flores, Nusa Tenggara Timur yang menyajikan berbagai jenis tenun ikat. Alfonsa Horeng, seniman tenun ikat ini memperagakan cara pembuatan tenun ikat dan menjelaskan tradisi di daerahnya kepada para pengunjung pameran. (voa)

|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved