Minggu, 20 Mei 2012
 
home / berita / pariwisata / seniman suku indian populerkan warisan budaya lewat pahatan totem
Kampanye menyelamatkan lukisan Manet
Sistem Pemetaan Satelit Baru Bisa Selamatkan Terumbu Karang
Batik Bergaya Amerika Ramaikan Pameran Kain Tradisional Indonesia
Seniman Suku Indian Populerkan Warisan Budaya Lewat Pahatan Totem
Tangsin Ban Hin Kiong Tidak Diizinkan Keluar
Tangsin Ban Hin Kiong Tidak Diizinkan Tuhan Keluar
Musik Bambu dan Kabasaran Meriahkan Cap Go Meh
Aura Misterius di Museum Santet Surabaya
Bagi - Bagi Brosur Hingga Ke Guangzhou
Fgura Tradisi Yang Menghibur
Seniman Suku Indian Populerkan Warisan Budaya Lewat Pahatan Totem
Pariwisata | Senin, 13 Februari 2012 | 10:26    Dibaca 314 kali    Komentar
Oleh : Admin, manadonews.com
Tiang totem yang dipahat seniman David Boxley, seorang anggota suku Indian Tsimshian di negarabagian Alaska, bersama anaknya ini dipamerkan di Museum

David Boxley, anggota suku Indian Tshimshian yang ada di Negarabagian Alaska, adalah penari, penulis lagu, dan pemahat. Ia juga merupakan utusan suku Tsimshian untuk urusan budaya dan warisan suku itu.

Boxley dibesarkan oleh kakek neneknya. Ia mengatakan, pada masa mudanya pengaruh misionaris Kristen kuat, sehingga ia, seperti halnya orang-orang suku Tsimshian lainnya, hanya tahu sedikit tentang budaya sukunya.

Setelah tamat perguruan tinggi, ia menjadi guru. Ia juga mulai mengamati hasil pahatan kayu suku Tsimshian di berbagai museum dan tempat-tempat lain yang mengoleksi hasil-hasil seni. Tahun 1986 ia berhenti mengajar dan meluangkan waktunya untuk memahat kayu serta mempopulerkan kesenian dan budaya sukuTsimshian.

Boxley mengatakan, “Saya rasa, saya melakukan ini pada saat yang tepat. Orang-orang suku kami perlu disadarkan. Budaya kami tidak menonjol, karena kuatnya pengaruh misionari, dan untuk waktu yang lama, tidak ada yang sadar tentang hal ini.”

Itu terjadi tiga puluh tahun lalu. Sejak saat itu Boxley telah membuat 70 tiang totem, yaitu pahatan kayu yang merupakan wahana untuk mengisahkan sebuah cerita. Beberapa bulan lalu ia mulai memahat sebuah tiang totem yang tingginya tujuh meter dari kayu cedar merah.

“Saya tidak menggunakan ampelas, hanya pisau dan pisau pahat untuk menghaluskan kayu itu,” papar Boxley.

Ia mengerjakan karya seni itu di rumahnya dekat Seattle di Negara bagian Washington. Tiang totem itu dikirim dengan truk ke Washington, DC untuk dipajang di Museum Indian Amerika.

“Nama tiang Totem itu Burung Elang dan Kepala Suku Muda,” ujarnya lagi.

Tiang totem itu mengisahkan seorang kepala suku yang masih muda yang menyelamatkan seekor elang yang terperangkap dalam jala ikan. Bertahun-tahun kemudian, ketika desa kepala suku muda itu dilanda kelaparan, burung elang itu membalas budi kepala suku itu.

“Seekor ikan salmon dijatuhkan dari langit oleh burung elang itu. Setiap hari burung elang itu membawa ikan salmon untuk memberi makan orang di desa itu,” tutur Boxley.

Pahatan-pahatan kayu karya David Boxley lainnya juga dipamerkan di museum itu. Kelompok tarinya yang terdiri dari keluarga dan rekan-rekannya mengadakan pertunjukan untuk umum pada hari ketika tiang totem itu dipamerkan.

Boxley mengatakan tiang totem yang dipahatnya untuk mengenang kakeknya adalah yang paling melekat di hatinya, dan yang kedua adalah tiang totem baru yang dipamerkan di museum ini.

“Tiang totem yang ini akan dilihat oleh jutaan orang sampai ratusan tahun lagi. Karya seni ini bukan hanya tentang saya dan putera saya; tetapi semua orang suku Tsimshian,” ujarnya. (voa)

|  Home  |  Politik  |  Ekbis  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Hukrim  |  Lifestyle  |  Teknologi  |  Hiburan  |  Nasional  |  Internasional  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved