Anggota Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar Fahmi Idris menegaskan bahwa partainya tidak terpengaruh dengan hasil berbagai survei yang menunjukkan tingginya tingkat popularitas Jusuf Kalla.
Karena Partai Golkar sudah bulat-bulat mengusung Ketua Umum Aburizal Bakrie sebagai calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang.
Terakhir, nama Jusuf Kalla paling populer dari survei yang dilakukan lembaga survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS). JK meraih 14,9 persen suara meninggalkan Aburizal Bakrie yang hanya meraih 10,6 persen suara.
"Kalau Golkar sebagaimana partai lain, pada dasarnya mencalonkan ketumnya. Kecuali ada hal-hal yang khusus," terangnya usai mengikuti sidang uji materi (judicial review) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas (Migas), di Gedung MK, Kamis (24/5/2012).
Menurutnya, Golkar pernah mengalami hal-hal yang khusus pada jamannya Akbar Tandjung. Dimana saat itu ada permasalahan di tingkat internal partai berlambang beringin, sehingga diputuskan menjaring calon presiden melalui konvensi.
"Dulu ada kasus, maka dibukalah konvensi. Karena (sekarang) tidak ada masalah khusus. Konvensi itu by accident, bukan by design. Kecendernungan parpol itu memilih ketumnya," ungkap Fahmi. (inc)