Rabu, 22 Mei 2013
home / berita / politik / kekalahan alex di jakarta warning bagi ical di
Presiden Burma Akhiri Kunjungan ke AS dengan Perjanjian Dagang
PKS: Anis bertemu Din untuk jelaskan kondisi internal
Obama Prihatin Keterlibatan Hizbullah di Suriah
Kunjungan Presiden Burma ke Gedung Putih, Hadiah bagi Reformasi
Pendiri PK: Dulu Anis dan Hilmi miskin sekarang kaya raya
Marzuki Alie PAW 7 anggota DPR bermasalah
Diplomat AS yang Dituduh Mata-mata Tinggalkan Rusia
Pimpinan PBB Bahas Suriah dengan Para Pejabat Rusia
Obama, PM Turki Berjanji untuk Terus Tekan Assad
Obama Terima Pengunduran Direktur Dinas Pajak AS
Kekalahan Alex di Jakarta warning bagi Ical di 2014
Politik | Sabtu, 14 Juli 2012 | 16:17    Dibaca 201 kali    Komentar
Oleh : MN3, manadonews.com
Politik

 Partai Golkar kalah telak dalam Pilgub DKI Jakarta. Partai berlambang pohon beringin ini hanya memperoleh peringkat kelima dari enam pasangan yang bertarung memperebutkan kursi DKI Jakarta I.

 
Jago Golkar, Alex Noerdin dan Nono Sampono rupanya belum bisa meraih simpati dari warga ibu kota untuk menjatuhkan pilihan. Kekalahan Alex-Nono pun dinilai pertanda bagi Golkar di 2014. Benarkah?
 
Golkar selama ini memang tidak bisa menundukkan Ibu Kota Jakarta. Jakarta, oleh partai yang selalu jadi jawara saat Orba ini, dianggap sebagai medan yang sulit ditaklukan.
 
"Rakyat Jakarta itu memang khusus. Lihat saja pemilu-pemilu sejak jaman Orde Baru. DKI Jakarta itu hampir-hampir tidak pernah bisa ditaklukan Golkar," ujar Ketua DPP Golkar Hadjriyanto Y Tohari, Kamis, (12/7) lalu.
 
Lanjut Hadjriyanto, bahkan pada masa Pemerintahan Presiden Soeharto sedang kuat-kuatnya, Golkar juga kerap kali kalah di Jakarta. Namun Wakil Ketua MPR itu meminta kekalahan di Pilgub DKI tidak didramatisir sebagai isyarat kekalahan Golkar di 2014.
 
"Alhasil, kekalahan cagub Golkar di Pilgub DKI Jakarta 2012 ini tidak perlu terlalu didramatisasi sebagai indikasi kekalahan Golkar secara nasional," pinta Hajriyanto.
 
Bagi Golkar, kekalahan dalam Pilgub DKI kali ini adalah pukulan telak. Bahkan suara Golkar tidak mampu mengimbangi suara calon gubernur DKI dari jalur incumbent Faisal Basri-Biem Benjamien.
 
Kekalahan Alex-Nono yang diusung Golkar disebabkan banyak faktor. Menurut politisi Demokrat Ruhut Sitompul, kekalahan Golkar di Pilgub DKI tak lepas dari terkuaknya kasus korupsi Alquran yang melibatkan kader pohon beringin tersebut, Zulkarnaen Djabar.
 
"Mayoritas masyarakat Jakarta ini muslim. Jadi mereka sakit hati dengan kasus ini. Lebih baik memilih yang non muslim," kata Ruhut.
 
Merosotnya suara Golkar di Pilgub DKI juga dipastikan akan mempengaruhi atmosfir 2014. Kekalahan di Pilgub kali ini dipastikan akan berdampak pada pencapresan Aburizal bakrie alias Ical.
 
"Pilkada punya dampak, secara image Golkar tidak bisa meraih suara banyak di DKI yang jadi barometer. Kalau image menurun ini akan berdampak pada Capres Pak Ical," ujar Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung.
 
Menurut Akbar Tanjung, kekalahan di Pilgub DKI menjadi suatu pelajaran berharga bagi partainya. Hal ini dikarenakan Ibu Kota Jakarta merupakan barometer pemilu nasional.
 
"Tapi ini masih panjang, kita masih ada waktu mengatur strategi. Ini pelajaran bagi Golkar dalam menghadapi agenda politik di waktu mendatang," terangnya.
 
Lalu mampukah Ical bersaing di 2014? [hhw/merdeka]
|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved