Minggu, 20 Mei 2012
 
home / berita / politik / marzuki alie angelina hasil rekruitmen gagal
Akbar Tandjung Akhirnya Dukung Rapimnassus
Tiga Kelompok Ancaman Reformasi
Koalisi SBY Diuji Presidential Threshold
Mantan Panglima Militer Sri Lanka Bebas dengan Jaminan
Obama Dorong Perempuan AS Wujudkan Masa Depan Lebih Baik
SBY Berterima Kasih Kepada Yusril
Kalah di Pengadilan, SBY Ketemu Yusril
Selain Afghanistan, Isu Kekuatan dan Kemitraan Jadi Fokus KTT NATO
DPR: Larang Lady Gaga, Polri Galau
Pendukung Prabowo Subianto Bentuk Ormas
Marzuki Alie: Angelina Hasil Rekruitmen Gagal
Politik | Senin, 20 Februari 2012 | 22:32    Dibaca 247 kali    Komentar
Oleh : Sonny Undap, manadonews.com

Ketua DPR Marzuki Ali menyebut Angelina Sondakh dan Muhammad Nazaruddin sebagai contoh rekruitmen DPR yang gagal. Nazar kini menjadi terdakwa kasus suap Wisma Atlet SEA Games, sedangkan Angie menjadi tersangka kasus yang sama.

Nazaruddin maupun Angie tercatat sebagai anggota DPR dari Fraksi Demokrat. Keduanya menduduki posisi cukup penting dalam partai pemenang Pemilu 2009 itu sebelum kemudian dinonaktifkan Demokrat. Nazaruddin dulu menjabat sebagai Bendahara Umum Demokrat, sementara Angie merupakan eks Wasekjen Demokrat.

Terkait fenomena banyaknya kasus korupsi yang menjerat anggota DPR, Marzuki meminta seluruh partai politik untuk ikut bertanggung jawab. Menurutnya, persoalan korupsi tak bisa hanya diselesaikan dari internal DPR, melainkan juga butuh kerja sama dari parpol-parpol.

“Parpol harus memberikan pendidikan yang baik bagi kader, tidak serta-merta dia menjadi anggota DPR. Jadi ini masalah rekruitmen politik,” kata Marzuki di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 20 Februari 2012. Ia pun mengajak semua parpol untuk membenahi sistem perekrutan kader.

“Sehingga kami yang di DPR betul-betul mampu berperilaku sebagai negarawan,” imbuh Marzuki. Ia juga meminta kepada publik agar tak memvonis semua partai politik sebagai institusi yang tidak baik, karena menurutnya parpol dibangun dengan cita-cita yang baik demi keberhasilan demokrasi.

“Jangan katakan parpol itu maling. Parpol adalah wadah,” kata Marzuki. Sebagai organisasi, parpol membutuhkan dana. Terkait itulah, menurut Marzuki, perlu akuntabilitas dan transparansi terkait pendanaan parpol.

Marzuki meminta pemikiran untuk membubarkan parpol dibuang jauh-jauh. “Kalau dibubarkan, maka kita kembali ke zaman otoritarian,” tegas Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu. (vnc)
 

|  Home  |  Politik  |  Ekbis  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Hukrim  |  Lifestyle  |  Teknologi  |  Hiburan  |  Nasional  |  Internasional  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved