Minggu, 26 Mei 2013
home / berita / politik / pencalonan ical yang terburuburu disindir demokrat
Wiranto: Lupakan konflik politik masa lalu demi masa depan
PDIP tuding KPU Bali lakukan kejahatan Pilkada
Kader akar rumput PKS ingin partai tinggalkan SBY
AS, Inggris Berusaha Hidupkan Kembali Pembicaraan Timur Tengah
Ahok akan evaluasi Satpol PP soal bentrokan di Pulogadung
Bekas sopir yang mengadu peruntungan jadi wali kota Malang
Kontroversi Pemberian Penghargaan untuk Presiden SBY
Jubir FPI dan Emilia Contessa batal jadi caleg PPP
Istri Ketujuh Eyang Subur Pernah Minta Orangtuanya Tutup Mulut
Tekan Golput, Wawali Solo janjikan bonus syukuran untuk TPS
Pencalonan Ical yang Terburu-Buru Disindir Demokrat
Politik | Minggu, 06 Mei 2012 | 11:21    Dibaca 114 kali    Komentar
Oleh : Sonny Undap, manadonews.com

Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie terang-terangan menyatakan diri siap maju sebagai calon presiden tahun 2014 mendatang. Ical, sapaan Aburizal Bakrie, dikabarkan akan meresmikan pencalonannya dalam Rapimnas Khusus Partai Golkar Juli mendatang.

Namun, pencalonan Ical tersebut menuai banyak kritik. Tak hanya dari kalangan internal tapi juga eksternal Golkar.

Menurut Ketua DPP Partai Demokrat, I Gede Pasek Suardika, langkah pencalonan presiden yang terburu-buru justru membuat Partai tidak produktif.

"PD tidak akan ikut-ikut parpol lain yang menetapkan capres dan cawapres lebih awal. Kita mengikuti tahapan saja dengan baik, daripada sibuk membangun hiruk pikuk tidak produktif seperti itu," kata Pasek.

Lebih lanjut politikus asal Bali ini menambahkan bahwa Partai Demokrat baru akan mengumumkan capresnya usai penyelenggaraan pemilu legeslatif. "PD baru bicara Capres setelah pemilu legislatif. Semuanya akan terjawab lewat mekanisme di internal PD pada saatnya nanti," tandasnya.

Selain itu, Pasek juga menyangkal bahwa partainya akan mengusung mantan wakil presiden Jusuf Kalla dalam pemilu 2014 mendatang.  Namun, Pasek mengakui bahwa segala kemungkinan bisa terjadi terkait hal tersebut. "Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Tapi semua itu tergantung keputusan Majelis Tinggi partai," ujarnya.
(okz)
 

|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved