Sabtu, 25 Mei 2013
home / berita / teknologi / mp player ini terpasang di kawat gigi
NASA Berinvestasi Pencetak Makanan 3-D untuk Astronot
NASA Dokumentasikan Eksplorasi Antariksa dalam Bentuk Karya Seni
Apple iWatch meluncur 2014 mendatang?
Pantau Kasus Hasil Penyelidikan Polisi dengan Program COP
Apple Minta Maaf pada Konsumen China
Ilmuwan AS Ekstrak Sel Induk dari Embrio Manusia Hasil Kloning
Unik, Motor Scooter yang Bisa Dilipat
Hari ini setahun lalu, Facebook lakukan IPO
Indonesia bukan pasar Path
Hacker Suriah ingin kuasai Twitter
MP3 Player Ini Terpasang Di Kawat Gigi
Teknologi | Rabu, 06 Juni 2012 | 15:56    Dibaca 176 kali    Komentar
Oleh : MN3, manadonews.com
Kawat gigi memang telah menjalani sebuah evolusi, dari berfungsi untuk menata gigi menjadi sebuah tren fashion. Tapi, evolusi kawat gigi kini semakin maju saat bisa digunakan untuk mendengarkan musik.
 
Perkenalkan, Play-A-Grill. Ini merupakan MP3 player yang terpasang di mulut, dengan perangkat yang menyerupai kawat gigi. 
 
Perangkat MP3 ini dikembangkan oleh Aisen Caro Chacin, mahasiswa Sekolah Desain St Parson The New School of Design di New York. Cara Chachin mengembangkan ini adalah, pertama membuat semacam cetakan. Cetakan ini yang kemudian akan ditempatkan MP3 player, yang terletak di bagian atas mulut.
 
MP3 player itu pun dikendalikan dengan lidah. Sehingga penggunanya hanya perlu menggerakkan lidah, dan memencet tombol untuk menyalakan, atau memindahkan ke lagu berikutnya.
 
Suara itu sendiri akan terdengar di telinga, dengan memanfaatkan bone conduction hearing. Ini merupakan sistem pengantar suara ke telinga bagian dalam melalui tulang atau tengkorak. Dengan demikian, pengguna Play-A-Grill tidak perlu lagi menggunakan headphone.
 
Ini merupakan sistem pendengaran yang terbilang aman secara ilmiah. Dalam paparan yang dimuat di blognya, Chacin menjelaskan bahwa sistem pendengaran ini sudah digunakan sejak periode 1880an.
 
Tentu desain ini tidak hanya berdampak untuk mendengarkan musik, atau tren fashion semata. Desain Chacin ini pun bisa dikembangkan sebagai alat bantu pendengaran.
 
Meski begitu, ini baru prototipe. Chachin mengatakan akan mendesain ciptaannya ini lebih kecil dan mudah digunakan dengan lidah.(vnc)
|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved