Jumat, 24 Mei 2013
home / berita / teknologi / australia dan afsel bangun teleskop terbesar
NASA Berinvestasi Pencetak Makanan 3-D untuk Astronot
NASA Dokumentasikan Eksplorasi Antariksa dalam Bentuk Karya Seni
Apple iWatch meluncur 2014 mendatang?
Pantau Kasus Hasil Penyelidikan Polisi dengan Program COP
Apple Minta Maaf pada Konsumen China
Ilmuwan AS Ekstrak Sel Induk dari Embrio Manusia Hasil Kloning
Unik, Motor Scooter yang Bisa Dilipat
Hari ini setahun lalu, Facebook lakukan IPO
Indonesia bukan pasar Path
Hacker Suriah ingin kuasai Twitter
Australia dan Afsel bangun teleskop terbesar
Teknologi | Sabtu, 26 Mei 2012 | 03:34    Dibaca 138 kali    Komentar
Oleh : TR3, manadonews.com

 Australia dan Afrika Selatan dipilih menjadi lokasi pembangunan teleskop radio paling besar di dunia.

"Kami memutuskan untuk membangun teleskop ini di dua lokasi," kata John Womersley dari Square Kilometre Array (SKA), konsorsium yang akan membangun teleskop tersebut.
Womersley berbicara di Amsterdam, Belanda, hari Jumat (25/5), setelah memimpin pertemuan yang antara lain membahas lokasi pembangunan teleskop.
"Kami akan membangun fasilitas di Australia dan Afrika Selatan dan bersama-sama mereka kami mendirikan observatorium global," paparnya.
Tadinya Afrika Selatan dan Australia bersaing mendapatkan kontrak proyek pembangunan teleskop dari SKA senilai US$2 miliar.
Beberapa kalangan mengatakan penunjukan kedua negara ini dipastikan akan meningkatkan biaya proyek.
 
Misteri alam semesta
"Kami akan membangun fasilitas di Australia dan Afrika Selatan dan bersama-sama mereka kami mendirikan observatorium global."
John Womersley
Teleskop SKA ini nantinya 50 kali lebih kuat dari teleskop radio terbaik saat ini.
Para ilmuwan berharap teleskop SKA akan bisa memberikan penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang alam semesta, di antaranya kapan alam semesta lahir, mengapa terus berkembang, dan apakah ada kehidupan lain di luar Planet Bumi.
Teleskop SKA juga akan memetakan secara akurat posisi miliaran galaksi terdekat dari Bumi.
Dari ini diharapkan akan terkuat misteri 'dark energy' tekanan misterius yang menyebabkan alam semesta mengembang dalam kecepatan yang terus meningkat dari waktu ke waktu.
Fasilitas di Australia dibangun di Boolardy, di Australia barat. Bagian lain dari teleskop Australia berada di Selandia Baru.
Afrika Selatan sementara itu memilih untuk menempatkan fasilitas teleskop di kawasan Karoo.
Dari sini, para petugas bisa mengontrol sejumlah teleskop lain di selatan dan timur Afrika, termasuk Ghana.(bbc)
 
|  Home  |  Hukrim  |  Politik  |  Olahraga  |  Pariwisata  |  Ekbis  |  Lifestyle  |  Hiburan  |  Teknologi  |  Opini  |  Foto  | 
|  Indeks  |  RSS  |  Video  |  Mobile  |  Redaksi  |  Disclaimer  | 
Copyright © 2011 ManadoNews.com, All rights reserved