

Kinerja ekspor pada Mei 2012 belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan setelah lesu sepanjang April 2012. Kinerja ekspor belum bergairah di tengah upaya pemulihan kondisi perekonomian negara-negara Eropa dan ekonomi dunia.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja ekspor Mei mencapai USD 16,72 miliar. "Turun 8,55 persen dibanding Mei 2011. Migas naik 1,33 persen. Non migas naik 4 persen dibanding bulan April," ungkap Kepala BPS Suryamin saat memaparkan kinerja ekspor Mei 2012 di gedung BPS, Senin (2/7).
Suryamin menyebutkan, total ekspor Januari-Mei 2012 mencapai USD 81,42 miliar. Secara tahunan atau year on year (yoy), nilai tersebut naik 1,48 persen. Nilai ekspor non migas sepanjang Januari-Mei 2012 mencapai USD 64,26 miliar atau naik 0,04 persen.
Dilihat dari negara tujuannya, China masih menjadi nomor satu. Ekspor ke China masih dominan atau mencapai USD 8,88 miliar, diikuti Jepang dengan nilai mencapai USD 7,27 miliar dolar, dan Amerika Serikat yang memberi kontribusi USD 6,14 miliar. "Ke ASEAN USD 12,85 miliar dolar atau 19,99 persen," katanya.
Menurut golongan atau jenis komoditi ekspor, sepanjang Januari-Mei 2012, ekspor bahan baku masih mendominasi dengan 73,05 persen atau senilai USD 58,3 miliar, disusul barang modal 19,96 persen atau USD 15,95 miliar, barang konsumsi 6,99 persen atau setara USD 5,59 miliar. [oer]