TOMOHON— Mengantisipasi dan mencegah terjadinya tindak kriminal di kawasan Pasar Beriman Kota Tomohon, sejumlah kalangan warga meminta agar kepolisian bisa membentuk satu pos polisi di kawasan tersebut.
“Pengamanan khusus itu misalnya dilakukan dengan mendirikan Pos Polisi di Pasar Beriman, sehingga ketika ada persoalan yang muncul dapat segera ditengahi dan tidak melebar sampai pada hilangnya nyawa seseorang,” ujar Ketua LSM Forum Masyarakat Kota Tomohon Josis Ngantung.
Ngantung juga menambahkan, kasus yang menimpa Raldo Maweikere (20) warga Kamasi I Kecamatan Tomohon Tengah yang tewas di tikam pedagang, menjadi pelajaran penting agar tak terulang lagi ke depan.
“Kalau dilihat kasus yang menimpa Raldo spontan terjadi, karena diduga diawali dengan adanya selisih paham akibat tak adanya kata sepakat dalam tawar menawar barang. Mungkin jika saat itu ada aparat yang segera menengahi saat selisih paham atau pertengkaran terjadi, akan lain ceritanya,” kata Ngantung.
Sementara itu, Direktur Utama Perusaahaan Daerah (Dirut PD) Pasar Kota Tomohon Nita Wenur menegaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Polres Tomohon untuk membicarakan kemungkinan adanya pengamanan khusus dari Kepolisian di Pasar, untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.
Dirinya juga menambahkan, jika masalah keamanan di pasar juga menjadi perhatian serius dari PD Pasar. Pihaknya tak mungkin membiarkan masalah tersebut meskipun sudah ditangani pihak kepolisian. “Koordinasi dengan Polisi tetap diintensifkan,” terangnya.