
Lindy Melisa Pando, korban dari pelaku penganiyaaan dan pemerkosaan hingga akhirnya di bunuh, selain di senangi, wanita ber-perawakan cantik ini di mata pimpinan dan staf, juga merupakan sosok wanita muda yang di kenal ulet dalam tugas, penuh tanggung jawab dan disipilin terhadap pekerjaan, serta santun kepada sesama. Bagai mana penuturan mereka, akan prilaku keseharian lindi semasa tugas sebagai staf dinas pariwisata dan kebudayaan di kabupaten minahasa selatan, berikut liputan nya.
Prilaku keji yang menimpa almarhumah lindi melisa pando, membuat semua orang yang mengenalnya merasa kehilangan. Seperti hal nya yang di sampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan yang adalah atasan almarhumah, kejadian tragis yang menimpa korban hingga meninggal dunia di tangan pelaku kejam dan tak ber-prikemanusiaan, membuat dirinya merasa kaget dan tak menduga akan hal yang menimpa pegawainya.
Sehingga mendukakan tidak hanya teman dan kerabat di Dinas Pariwisata, namun juga di rasakan oleh semua orang yang mendengar peristiwa tragis yang menimpa korban, lewat pemberitaan media. Keseharian almarhum Lindy dimana tempat dia bertugas, ternyata sangat di senangi kerabat dan atasan nya, selama bertugas sebagai Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pariwisatan dan Kebudayaan Pemkab Minahasa Selatan, almarhum Lindy, di kenal sosok yang ulet, penuh tanggung jawab dan disiplin dalam kerja serta loyal terhadap atasan, bahkan lindi dikenal santun kapada siapapun.
Namun kejadian tragis dan tak berprikemanusiaan yang di alami lindy, merupakan persoalan hukum dan menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Namun secara pribadi lepas sebagai pimpinan, hukuman yang pantas di berikan kepada pelaku penganiyaan dan pemeriksaan di sertai pembunuhan, harus setimpal/ungkap Kepala Dinas Pariwisata tersebut, bahkan lanjut nya bila perlu, nyawa harus ganti nyawa, karena merupakan persoalan kemanusiaan. Namun demikian, aparat hukum lah yang tahu persis hukuman apa yang pantas bagi pelaku.
Kerabat kerja Almarhumah Lindi Melisa Pando. Cristian Gigir pemandu wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan menuturkan hal yang sama, kejadian yang menimpa lindi almarhumah, sungguh tak di sangkah. Mereka merasa terpukul, dan hingga saat ini masih merasa bersedih dengan kepergian lindi, kesedihan mereka di ungkapkan dengan cara meletakan bunga di meja kerja lindy, bahkan di lokasi dimana lindy ditemukan tewas.
Apa yang menimpa Lindi Almarhumah, juga di kecam oleh kerabat-kerabatnya di Dinas Pariwisata, mereka berharap hukuman harus setimpal di berikan pada pelaku yang tidak ber-prikemanusiaan.
Perlakuan tragis dan tidak manusiawi sang perlaku bernama Winsi Warouw tenaga honor Satuan Polisi Pamong Praja Minahasa Selatan, terhadap Almarhumah Lindy Melisa Pando, wanita cantik muda belia, diharapkan tidak akan terulang lagi, namun mereka meminta pengamanan Aparat Kepolisian dan aparat lainnya,harus lebih di tingkat kan lagi, pasalnya peristiwa serupa akhir-akhirini kian menjadi di Sulawesi Utara.
James Moring